Abstract :
Kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting di dunia dan di Indonesia termasuk pulau Lombok. Mutu biji kakao merupakan hal yang sangat penting dalam produksi kakao dan olahannya. Persyaratan mutu yang diatur oleh pemerintah meliputi karakteristik fisik, pencemaran, dan organoleptik. Salah satu karakteristik fisik yang diperhatikan adalah tingkat kadar air, berat biji, kadar kulit, dan kadar lemak. Tujuan dari pengeringan adalah menurunkan kandungan air biji dari sekitar 65 % menjadi 7 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis media pengeringan terhadap kualitas biji kakao. Metode yang akan digunakan di dalam penelitian ini adalah metode experimental, yang akan dilakukan di lapangan P1: Penjemuran Menggunakan Para-para Bambu P2: Penjemuran menggunakan Terpal P3: Penjemuran menggunakan Lantai Jemur P4: Penjemuran menggunakan Jaring, Parameter penelitian meliputi: Kadar Air, Warna, Berat 100 Biji, Suhu, Kelembaban Udara, Asam lemak bebas (FFA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan yang paling efektif dan efisien adalah pada P2 (Terpal) dengan nilai kadar air sebesar 5,95%, nilai berat 100 biji yang terendah sebesar 77,97gram, nilai suhu tertinggi sebesar35,030C, nilai kelembaban sebesar 126,78% dan nilai FFA sebesar 0,47%. media pengeringgan yang terbaik menggunakan P2 (Terpal). Kualitas warna pada biji kakao pada P4 (jaring) memiliki perbedaan dengan perlakuan P1, P2, dan P3 sehingga warna biji kakao di P4 (jaring) ini yang sangat bagus duntuk di gunakan. Kesimpulan Media pengeringan memberikan pengaruh nyata terhadap suhu biji kelelembaban, kadar air, dan nilai asam lemak bebas (FFA) sedangkan nilai 100 biji tidak berbeda nyata. Nilai kadar air tertinggi diperoleh pada P1 (9,16%) dan terendah diperoleh pada P2 (5,98%), suhu biji tertinggi pada P2 (34,77oC) dan terendah diperoleh pada P4 (33,95oC), Kelembaban tertinggi diperoleh pada P4 (144,33%) dan terendah diperoleh pada P3 (124,66%), Dan Nilai FFA Terendah pada P2 (0,47%) dan tertinggi diperoleh pada P1 (0,91%).