Abstract :
Diabetes Melitus merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak di kontrol dengan baik. Interaksi obat dapat berupa penurunan ataupun peningkatan efek sehingga hasil terapi tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya interaksi obat DM tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan penelitian bersifat retrospektif. Pasien DM tipe 2 dengan penyakit penyerta dan tanpa penyakit penyerta yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 pasien. Hasil penelitian dari 26 pasien terdapat 26 resep DM tipe 2, yang berpotensi mengalami interaksi obat sebanyak 25 kejadian dan tidak berpotensi mengalami interaksi obat sebanyak 17 kejadian. Berdasarkan mekanisme, interaksi farmakodinamik 25 potensi kejadian (100%) dan interaksi farmakokinetik 0 potensi kejadian (0%), dengan tingkat keparahan mayor 0 potensi kejadian (0%), moderate 25 potensi kejadian (100%) dan minor sebanyak 0 potensi kejadian (0%).