Abstract :
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Muhammadiyah Mataram. Pengujian yang dilakukan diantaranya adalah uji kadar air, uji berat volume, berat jenis tanah, batas cair, batas plastis, batas susut, analisa
saringan dan hidrometer, uji pemadatan tanah, uji CBR tanpa rendaman. Dalam penelitian ini digunakan spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018 sebagai indikator kelayakan sampel tanah Lempung sebagai bahan timbunan (subgrade) jalan dalam serta dalam menentukan jenis fraksi agregat dan pengelompokannya digunakan sistem klasifikasi AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials). Hasil penelitian menyatakan bahwa pada tanah lempung Labuapi , diperoleh kadar air = 17.32%, , batas cair (LL) = 39.64 %, batas plastis (PL) = 36.17 %, indeks plastisitas
(IP) = 3.5 %, batas susut (SL) = 15.23%, volume berat kering tanah maksimum (?dmaks) = 1.609 gram/cm3 dan kadar air optimum pada pemadatan (w optimum) = 18.01%. Pada tanah
lempung Banyumulek, diperoleh kadar air tanah asli = 14.51%, batas cair (LL) = 35.79%, batas plastis (PL) = 34.23%, indeks plastisitas (IP) = 1.6%, batas susut (SL) = 14.96%, volume berat kering tanah maksimum (?dmaks) = 1.779 gram/cm3 dan kadar air optimum pada pemadatan (w optimum) = 20.29%. Pada tanah lempung Kediri, diperoleh kadar air tanah asli = 13.01%, batas cair (LL) = 42.47%, batas plastis (PL) = 38.92%, indeks plastisitas (IP) = 3.5%, batas susut (SL) = 13.18%, volume berat kering tanah maksimum (?dmaks) = 1,35 gram/cm3 dan kadar air optimum pada pemadatan (w optimum) = 21.10%. Pada tanah lempung Kuripan, diperoleh kadar air tanah asli = 13.15%, batas cair (LL) = 31.36%, batas plastis (PL) = 28.48%, indeks plastisitas (IP) = 2.9%, batas susut (SL) = 12.16%, volume berat kering tanah maksimum (?dmaks) = 1.632 gram/cm3 dan kadar air optimum pada pemadatan (w optimum) = 14.35%. Pada tanah lempung Gerung, diperoleh kadar air
tanah asli = 11.48%, batas cair (LL) = 35.39%, batas plastis (PL) = 32.73%, indeks plastisitas (IP) = 2.7%, batas susut (SL) = 10.54%, volume berat kering tanah maksimum (?dmaks) = 1,35 gram/cm3 dan kadar air optimum pada pemadatan (w optimum) = 21.12%. Berdasarkan klasifikasi AASHTO Labuapi termasuk dalam kelompok A-2-6 dan Banyumulek, Kedri, Kuripan, Gerung kelas A-5. Pengujian sampel tanah lempung
Labuapi, Banyumulek, Kediri, Kuripan, dan Gerung Lombok Barat menunjukkan bahwa nilai CBR tanpa rendaman Labuapi, sebesar 32.62%, tanah lempung Banyumulek sebesar 32.03%, tanah lempung Kedirisebesar 29.66%, tanah lempung Kuripan sebesar 30.84%, dan tanah lempung Gerung sebesar 32.21 ? 20% dari nilai CBR, Maka dari penilitian ini
dapat diketahui bahwa tanah lempung Lombok Barat termasuk kedalam timbunan pilihan menurut spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018.