Abstract :
Simpang Tiga Abian Tubuh Kota Mataram merupakan simpang tak bersinyal. Tinggi volume kendaraan serta kurangnya kesadaran masyarakat akan system prioritas berkendara mengakibatkan besarnya peluang kemacetan yang terjadi pada pada simpang tiga tersebut. Sehubungan hal itu maka perlu dilakukan penelitian khususnya pada simpang tak bersinyal simpang tiga abian tubuh kota mataram untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut, sehinggah nantinya simpang pada ruas jalan tersebut dapat melayani arus lalu lintas secara optimal dan pengguna jalan yang melintas dipersimpangn tiga abian tubuh kota mataram akan merasa tetap aman dan nayaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Berapa Volume lalu lintas pada simpang Tiga Abian Tubuh Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (2) Bagaimana kinerja simpang tak bersinyal simpang Tiga Abian Tubuh Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data diperoleh melalui survey di lapangan dan parameternya meliputi: Kondisi Geometrik, kondisi kondisi lalu lintas, dan kondisi lingkungan. Instumen pengumpulan data menggunakan bantuan berupa formulir survey, alat tulis, jam dan roll meter.
Dari hasil penelitian dan pembahasan pada simpang Tiga Abian Tubuh Kota Mataram didapat lebar rata-rata pendekat (WI) 4.86 meter, jumlah volume arus lalu lintas (QTOT) 1900.4 smp/jam Kapasitas sebenarnya (C) (2831.417) smp/jm, Nilai derajat kejenuhan (DS) 0.671 Tundaan lalu lintas simpang (DTI) 6.849 det/jam, Tundaan lalu lintas jalan utama (DTMA) 5.212 det/jam,Tundaan lalu lintas jalan minor (DTMI) 7.089 det/smp, Tundaan geometrik simpang (DG) 3.917 det/jam, Tundaan simpang (D) 10.766 det/jam, dan peluang antrian (QP) 37.961%. Berdasarkan hasil volume dan pembahasan memiliki tingakat pelayanan di bawah rata-rata yang kurang stabil sehinggah tidak memenuhi persyaratan dari pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).