DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH KOMPLEKS DALAM NOVEL “YANG MESTI DIBENCI ITU CINTA” KARYA ALBAIT MUBAROQ
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
MUTYAH, OCTAVIANI
Subject
370 Pendidikan 
Datestamp
2023-02-09 08:59:12 
Abstract :
Penelitian ini membicarakan genre sastra dalam novel Yang Mesti Dibenci itu Cinta karya Abait Mubaroq. Novel ini menceritakan tentang bagaimana hidup bagaikan misteri pagi. Salah satu tokoh perempuan bernama Sofya yang menjalani kehidupan dengan berbagai pengalaman dalam hidup bertemu dengan berbagai tokoh lainnya hingga akhirya ia mendapati bahwa hidup adalah sebagai sebagai proses pendewasaan diri perihal bagaimana cara menghadapi dan bukan menghindarinya. Novel tersebut dianalisis menggunakan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud dari segi Id, Ego, dan Superego. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari novel yang berjudul Yang Mesti Dibenci itu cinta karya Albait Mubaroq. Data diperoleh menggunakan teknik telaah teks, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa, Psikologi kepribadian tokoh kompleks dalam novel Yang Mesti Dibenci itu cinta karya Albait Mubaroq menunjukan gambaran psikologi kepribadian menuut teori Sigmun Freud yakni Id, Ego, dan Superego, yakni dapat dilhat dalam data novel, keadaan tokoh kompleks yang pertama dalam keadaan tidak sadar (Id) dapat dilihat pada data ?Tiba-tiba Ayah berdiri. ?Fya, jangan marah begitu, enggak baik. Sini duduk lagi, habiskan dulu sarapannya. Biarkan Bi Emi menyiapkan bekalnya,ya.? Aku diam sejenak, membuang muka.?Assalamualaikum.? Tanpa basa-basi aku pun langsung pergi. Kedua , Prasadar (Ego) dapat dilihat pada data Aku benci dengan karakter semacam itu, tapi ini bukam pertama kalinya aku membenci laki-laki. Jauh sebelum itu aku sudah benci mantan pacarku, mantan pacar temanku. Namun dari semua spesieslaki-laki dimuka bumi ini, laki-laki yang paling kubenci adalah ayahku. dan ketiga, Sadar (Superego) dapat dilihat pada data ?Tangisanku saat ini membuatku menyadari betapa aku telah memilih cara yang salah. Meninggalkan rumah atas alasan menghindari permasalahan, padahal aku bisa menghadapinya dengan bersabar. Ini semua salahku. Panda mati karena kebodohanku. Aku yakin Panda bisa dengan mudah memaafkanku karena aku tahu panda sangat menyayagiku.Serta faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi kepribadian tokoh kompleks adalah faktor watak dan tingkah laku. Faktor watak berupa watak emosional, setia kawan, dan bijaksana, Sedangkan faktor tingkah laku berupa tingkah laku pemberontak, ceroboh, dan pemberani. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram