Abstract :
Seiring dengan berkembangnya suatu wilayah akan mengakibatkan adanya laju pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kota mataram merupakan salah satu kota di Nusa Tenggara Barat yang memiliki pertumbuhn ekonomi yang cukup maju, sehingga mengakibatkan kemacetan terutama didaerah perekonomian. Jalan Bhanda Sraya merupakan salah satu jalan yang mempunyai peran penting dalam mendukung perkembangan sektor-sektor perdagangan. Manum disamping itu jalan Bhanda Sraya juga tidak lepas dari kasus kemacetan lalu lintas akibat adanya aktivitas pasar.
Penelitian ini dilaksanakan pada jalan Bhanda Sraya dengan menggunakan metode MKJI (Manual Kapasitas Jalam Indonesia) 1997. Yang dimana data ayng diambil adalah berupa data primer seperti data geometrik jalan, volume lalu lintas, serta hambatan samping jalan tersebut dan data sekunder berupa data jumlah penduduk kota Mataram, literatur dan MKJI 1997
Hasil analisa volume lalulintas bahwa volume lalulintas tertinggi berada pada pagi hari pada hari senin sebanyak 247 smp/jam, dengan nilai hambatan samping sebesar 1674 kend/jam Kapasitas (C) yang didapat sebesar 1242,36 smp/jam dan DS yang didapat yaitu 0.84 > 0.75 sehinnga tingkat pelayana jalan Bhanda Sraya masuk dalam tingkat pelayanan kelas D yang artinya kondisi lalu lintas jenuh dan kecepatan mulai rendah.