Abstract :
Overlay merupakan pekerjaan lapis tambah yang dilakukan sebagai usaha untuk memperbaiki kondisi fungsional dan struktural perkerasan. Kerusakan fungsional akan mempengaruhi kualitas pelayanan perkerasan, seperti gangguan kerataan, permukaan yang berlubang, bergelombang, amblas, dan lain – lain. Kerusakan struktural adalah kondisi struktur perkerasan akan mengalami penurunan kemampuan dalam mendukung beban lalu lintastermasuk perkerasan yang kurang tebal dan beberapa tipe kerusakan, seperti retak, distorsi, dan disintegrasi.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari hasil survei lau Lintas Harian Rata – rata (LHR), sedangkandata sekunder adalah nilai lendutan yang didapatkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pedoman yang digunakan untuk menentukan tebal perkerasan lapis tambah (overlay) dalam penelitian ini adalah buku Manual Desain Perkerasan Jalan No.02/M/BM/2017.
Kata Kunci : Overlay, Kerusakan struktural, Tebal perkerasan,Lapis tambah, Pekerjaan Umum.