DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN ARANG AMPAS TEBU (Saccharum officinarum) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR SUMUR DI DESA WADEK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
DWI, HARDIANTI
Subject
630 Pertanian & Ilmu Berkaitan 
Datestamp
2023-02-17 06:46:01 
Abstract :
Ampas tebu adalah hasil samping dari proses penghancuran dan ekstraksi (pemerasan) cairan air tebu, ampas tebu yang di bakar akan menghasilkan abu ampas tebu. Proses untuk menghasilkan abu ampas tebu ini melalui 4 tahap yakni proses pengeringan, proses pembentukan karbon, proses pembakaran dan yang terakhir akan menjadi abu ampas tebu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh arang ampas tebu sebagai adsorben dalam meningkatkan kualitas air yaitu suhu, pH, Total Dissolve Soild (TDS) pada air sumur di Desa Wadek dan untuk mengetahui pengaruh arang ampas tebu sebagai adsorben dalam meningkatkan kualitas air yaitu warna dan kekeruhan pada air sumur di Desa Wdek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu dengan Rancangan yang digunakan adalah adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambah arang ampas tebu dengan 4 perlakuan yaitu P0 = tanpa arang ampas tebu, P1 = Arang ampas tebu 100 gram, P2 = Arang ampas tebu 200 gram, P3 = Arang ampas tebu, 300 gram P4 = Arang ampas tebu 400 gram dan proses perendaman selama 3 hari dan memperoleh 15 sampel. Data hasil pengamatan dianalisa dengan beda nyata dan di uji lanjut dengan uji beda jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Dari hasil analisis bahwa arang ampas tebu sebagai adsorben tidak berbeda nyata pada parameter suhu, warna, dan kekeruhan tetapi berbeda nyata pada parameter pH dan TDS. Perlakuan penggunaan adsorben ampas tebu yang terbaik untuk air sumur pada lahan gambut diperoleh pada perlakuan P4, yaitu nilai dari suhu berkisar 29oC, nilai pH 7,4, nilai warna 23,11 (TCU), nilai kekeruhan 38,03 (NTU) dan nilai TDS 1279 (mg/L). Kualitas air sumur di Desa Wadek Kecamatan Penujak kurang layak dikonsumsi sebagai air minum dilihat dari nilai warna, dan kekeruhan, berdasarkan standar kualitas air minum menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No 907/MENKES/SK/VII/2002. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram