DETAIL DOCUMENT
ANALISIS INDEKS KEKERINGAN DENGAN METODE THEORY OF RUN DAN THORNTHWAITE MATHER DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
REZCKY, REZCKY
Subject
602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 
Datestamp
2020-02-18 02:45:10 
Abstract :
Kekeringan Merupakan salah satu bencana yang terjadi ditunjukkan dengan berkurangnya air yang tersedia dengan yang dibutuhkan pada suatu wilayah karena berkurangnya curah hujan yang terjadi. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Klimatologi Kediri Lombok Barat (Lobar) tahun 2017 menyebutkan sebanyak 29 daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem. Hampir semua kabupaten di daerah NTB mengalami bencana kekeringan, kecamatan Pringgabaya merupakan Kecamatan dengan tingkat kekeringan terparah di Kabupaten Lombok Timur. Untuk mengetahui indeks kekeringan di suatu wilayah terdapat beberapa metode. Dalam studi ini menggunakan metode Theory of Run dan Thornthwaite-Mather. Kedua metode tersebut mengidentifikasi adanya potensi kekeringan dengan data lengas tanah, evapotranspirasi potensial dan curah hujan sebagai indikator utama. Dari hasil perhitungan kekeringan dengan metode Theory of Run menunjukkan bahwa kekeringan terparah didapatkan nilai indeks kekeringan sebesar -274,23mm, dengan metode Thornthwaite Matter didapatkan nilai indeks kekeringan tertinggi sebesar 100% pada bulan januari tahun 2002 dan bulan november tahun 2006. Kata kunci: Kekeringan, Indeks Kekeringan, Theory of run,, Thornthwaite-Matter. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram