Abstract :
Rancangan alat tanam jagung yang aman dan nyaman serta tidak menimbulkan resiko kerja sangat diharapkan para petani, sehingga penting dilakukan penelitian tentang alat tanam jagung berdasarkan kesesuaian tinggi rata-rata pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi resiko kerja dan untuk meningkatkan produktifitas penanaman jagung. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Pelaksanaan penelitian di Desa Pakuan Kecematan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Hasil penukuran menunjukkan bahwa hopper dengan lebar 25 cm, tinggi 39 cm, dan panjang 32 cm, panjang saluran benih 129 cm dan panjang tumbukan 131 cm. Penerapan alat tanamn jagung berdasarkan Nordic Body Map ditemukan keluhan tertinggi pada bagian tubuh lengan atas kiri dengan keluhan 100% sehingga perlu dilakukan modifikasi. Dimensi modifikasi alat tanam jagung hasil analisis ergonomika sebaiknya menggunakan persentil 50 dengan ukuran sedang yaitu tinggi alat penumbuk ukuran 166 cm, hopper sebaiknya didesain dengan pertimbangan tinggi pinggang 92 cm dan lebar bahu 46 cm, sedangkan untuk saluran benih jagung sebaiknya didesain dengan antropometri tinggi pinggang 92 cm dan panjang tangan 65 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat tanamn jagung yang sudah dirancang belum ergonomika sehingga perlu dilakukan rancanagan ulang dengan antropometri yang disarankan untuk mengurangi terjadinya resiko kerja dan keluhan yang tinggi.