Abstract :
Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota, tuntutan lalu lintas yang semakin padat, dan permintaan masyarakat terhadap kendaraan yang semakin besar memerlukan perhatian maupun penilaian kerja untuk kondisi persimpangan. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar efektif jalan, pendeknya waktu hijau akan menyebabkan tundaan serta antrian lalu lintas pada persimpangan. Perencanaan pengaturan fase dan waktu siklus optimum ditujuhkan untuk menaikkan kapasitas persimpangan dan sedapat mungkin menghindari terjadinya konflik lalu lintas.
Dalam penelitian lokasi yang dipilih sebagai lokasi studi yaitu pada persimpangan Jalan Bung Karno – Jalan Sriwijaya. Pemilihan lokasi ini dikarenakan pada jam-jam tertentu sering terjadi antrian yang cukup panjang sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan penelitian. Hasil Penelitian dengan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Berdasarkan hasil perhitungan dilapangan dapat diketahui bahwa kapasitas Simpang Jl. Bung Karno – Jl.Raya Sriwijaya, Kota Mataram, Pada pendekat Utara Derajat Kejenuhan (DS) = 0,56 , pendekat Timur Derajat Kejenuhan (DS) = 0,71, pendekat Selatan Derajat Kejenuhan (DS) =0,70, pendekat Barat Derajat Kejenuhan (DS) =0,55. Dari hasil perhitungandiketahui bahwa kapasitas simpang menampung arus lalu lintas, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DS) =0,56 ini menunjukan bahwa simpang Jl. Bung Karno – Jl. Sriwijaya, mendekati lewat jenuh, yangakan menyebabkan antrian panjang pada kondisi lalu lintas puncak. Tundaan simpang rata-rata di simpang Jl. Bung Karno – Jl. Sriwijaya diperoleh 57 det/smp yang berarti bahwa simpang Jl. Bung Karno –Jl. Sriwijaya, Kota Mataram.
Kata Kunci : MKJI, Simpang Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Tundaan