Abstract :
Kebudayaan injak telur (wedi ruha) merupakan kebudayaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, yang mana hal ini tidak dapat dipisahkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi kebudayaan injak telur (wedi ruha), dan juga agar mengetahui apa makna dan nilai yang terkandung dalam kebudayaan injak telur (wedi ruha) serta mengenalisis apa tantangan masyarakat Desa Golo Sembea dalam mempertahankan kebudayaan injak telur (wedi ruha).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan teknik analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan kesimpulan, dan keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tahapan dalam melakukan prosesi injak telur (wedi ruha), yaitu beralaskan daun prempas, telur akan disimpan diatas daun prempas, dan diinjak menggunakan kaki kanan oleh pengantin perempuan. Makna kebudayaan injak telur (wedi ruha) adalah sebagai tanda bahwa pengantin perempuan sudah sah menjadi bagian dari keluarga laki-laki dan akan mengikuti adat istiadat sang suami. Dalam mempertahankan kebudayaan injak telur (wedi ruha) yaitu dengan cara disetiap acara pernikahan wajib setiap pengantin perempuan yang sudah sah menjadi istri orang Desa Golo Sembea harus melakukan prosesi injak telur (wedi ruha) sebagai tanda bahwa ia sah menjadi bagian dari keluarga laki-laki secara adat. Dengan begitu budaya injak telur (wedi ruha) masih bisa bertahan dan masih dilaksanakan sampai saat ini.