Abstract :
Jembatan Samota dibangun dengan struktur pelengkung sebagai penopang utama dari struktur jembatan. Jembatan dibangun pada tahun 2015 dan mulai beroperasi pada awal 2018, jembatan Samota menjadi salah satu ikon kabupaten dan menjadi tempat baru wisata di Sumbawa. Jembatan ini memiliki panjang 80 m dan lebar jalan 7 m tidak termasuk trotoar dan dirancang tanpa pilar. Pada skripsi ini direncanakan ulang struktur jembatan dengan menggunakan penampang box girder prategang sebagai bentang utama jembatan. Desain rencana jembatan box girder akan dibagi menjadi 2 bentang yang masing-masing bentang terdiri dari 40 m dengan adanya pilar di tengah bentang, dengan total panjang jembatan yaitu 80 m dan lebar jembatan 8 m.
Perencanaan jembatan dimulai dengan penjelasan mengenai latar belakang, pemilihan tipe box girder, perumusan, tujuan perencanaan, dan pembahasan. Peraturan yang digunakan dalam perencanaan ini adalah pembebanan untuk jembatan
SNI 1725:2016, perencanaan terhadap beban gempa SNI 2833-2016, dan SNI 7833:2012, untuk analisa struktur menggunakan program Microsoft Excel dan penggambaran permodelan jembatan menggunakan aplikasi Autocad 2013. Materi pembahasan meliputi kontrol kehilangan gaya prategang, kontrol tegangan yang terjadi, dan kontrol lendutan.
Hasil dari perencanaan jembatan dengan menggunakan box girder ialah, digunakan box girder dengan tinggi box 2,4 m dan lebar 10,3 m, terdiri slab atas dengan tebal slab atas bagian tengah 25 cm, slab atas bagian tepi 25 cm, tebal
dinding tengah 30 cm dan slab bawah dengan tebal 25 cm. Digunakan 7 tendon dibagi 3 bagian atas penampang dan 4 bagian bawah penampang, setiap tendon terdiri
dari 25 strands.