Abstract :
Tanah organik merupakan tanah yang sebagian sifat-sifat fisis dipengaruhi oleh adanya bahan organik yang terpisah dalam keadaan jenuh. Tanah organik cenderung bersifat sangat kopresibel dan memiliki plastisitas rendah. Dimana tanah ini tergolong dalam tanah yang kurang baik yang memiliki kadar air yang cukup tinggi dan bersifat merugikan sehingga dapat membuat struktur bangunan diatasnya mengalami kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tanah organik sebelum dan sesudah di tambahkan pasir sungai. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik dan sifat mekanik dari tanah organik. Adapun pengujian sifat fisik yang dilakukan antara lain adalah pengujian kadar air, kadar organik, berat volume, berat jenis, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, analisa saringan dan hidrometer serta pemadatan. Sedangkan untuk pengujian sifat mekanik adalah pengujian CBR tanpa rendaman, dan CBR rendaman. Dalam penelitian ini digunakan pasir sungai sebagai bahan tambah dengan variasi penambahannya sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Seluruh penilitian dilakukan pada Labolatorium Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram. Dari penelitian ini diperoleh bahwa sampel tanah asli memiliki kandungan organik sangat tinggi dan nilai CBR yang sangat rendah. Dari hasil pengujian batas Atterberg, yaitu batas cair dan batas plastis mengalami penunuran pada setiap penambahan pasir sungai. Pada uji pemadatan standar di dapatkan hasil ?dry maksimum mengalami peningkatan dan kadar air optimum mengalami penurunan dengan semakin banyak penambahan variasi pasir sungai. Dari hasil pengujian CBR tanpa rendaman di dapatkan nilai CBR efektif pada variasi 5% sebesar 7,83%. Hal ini menunjukan bahwa nilai CBR telah memenuhi standar dan telah mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018.