DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KESTABILAN LERENG WASTE DUMP PIT BATU HIJAU PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BISHOP DAN METODE MORGENSTREN-PRICE
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
NAMIRA, ALIFA PUTRI
Subject
629 Lain-lain Cabang Teknik 
Datestamp
2023-08-08 06:41:01 
Abstract :
PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) melaksanakan kegiatan penambangan di Kecamatan Sekongkan, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan komoditas utama yaitu tembaga (Cu) dan emas (Au) serta memiliki IUP seluas 25.000 Ha. Sistem penambangan yang diterapkan oleh PT. AMNT yaitu sistem tambang terbuka (surface mining) dengan metode open pit. Pada umumnya, prinsip kerja penambangan dengan sistem tambang terbuka yaitu menggali material penutup baik tanah maupun batuan guna mendapatkan material bijih yang akan di proses. Material tanah dan batuan penutup tersebut dinamakan sebagai overburden. Dalam hal itu, tentunya dibutuhkan area yang dapat digunakan sebagai tempat penimbunan overburden dan area tersebut bernama waste dump area. Area waste dump ini harus direncanakan dengan sebaik-baiknya agar timbunan dari material tetap dalam keadaan stabil dimana dalam kegiatan penimbunan akan membentuk suatu lereng. Stabilitas dari lereng waste dump bergantung pada karakteristik dari material timbunan. Selain itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi kestabilan lereng waste dump yaitu terdapatnya gaya-gaya yang berasal dari luar dan pengelolaan air permukaan yang tidak baik. Berdasarkan hal tersebut maka pentingnya suatu analisa geoteknik guna menjadi acuan dalam menjaga kestabilan lereng waste dump agar tidak timbulnya masalah kerugian baik dari segi operasi penambangan, kerusakan infrastruktur tambang, maupun adanya korban jiwa. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisa nilai faktor keamanan (FK) lereng dengan metode bishop dan metode morgenstren-price serta menggunakan software slide v 6.0. Hasil analisa untuk metode bishop dengan RU 0-0,4 dan metode morgenstren-price dengan RU 0- 0,2 dan 0,4 tergolong ke dalam lereng aman karena nilai FK yang dihasilkan berada di atas nilai ketetapan yaitu ? 1,3 untuk lereng keseluruhan (overall slope). Sedangkan, hasil analisa kestabilan lereng menunjukkan bahwa pada metode morgenstren-price dengan RU 0,3 tergolong kedalam lereng tidak aman karena nilai FK yang dihasilkan berada dibawah nilai ketetapan yaitu ? 1,3 untuk lereng keseluruhan (overall slope). 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram