Abstract :
Kota Mataram merupakan salah satu kota yang masih kekurangan Ruang Terbuka Hijau Publik. Saat ini, Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Mataram memiliki
luas sebesar 4 % dari luas wilayah Kota Mataram 61,3 km². Selain itu juga, terdapat Ruang Terbuka Hijau Publik pada Kota Mataram yang teridentifikasi terbangkalai, salah
satunya adalah Taman Petemon di Kelurahan Pagutan Timur. Keterbangkalaian Taman Petemon dapat dilihat dari kondisi fisik taman yang tidak terawat seperti taman bermain
yang rusak, lingkungan taman yang kotor, jalanan internal taman yang rusak hingga tanaman/vegetasi yang layu dan mati sehingga membuat pengunjung tidak nyaman dan
bahkan tidak mau untuk berkunjung dan melakukan aktivitas di dalamnya. Jumlah pengunjung harian Taman Petemon sebanyak 30 orang dan selama 4 tahun terakhir
jumlah pengunjung Taman Petemon selalu mengalami penurunan yang signifikan, pada tahaun 2018 jumlah pengunjung taman berjumlah 273 orang dan tahun 2021 menurun mencapai 115 pengunjung taman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui elemen fisik dan untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung Taman Petemon Kelurhana Pagutan Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dimana peneliti memfokuskan pada masalah-masalah yang aktual berdasarkan kondisi eksisting yang ditemukan, penggunaan metode deskriptif kualitatif dilakukan pada penelitian ini karena mampu menganalisis topik yang sulit diukur secara numerik. Mampu mengamati fenomena sosial yang alami atau yang terjadi pada sekitar wilayah penelitian sehingga dapat memberikan informasi atau data yang rinci. Hasil dari
penelitian ini adalah teridentifikasi elemen fisik Taman Petemon berupa tempat duduk, taman bermain (play ground), pedagang kaki lima, dan gazebo sedangkan utnuk panggung terbuka belum tersedia. Teridentifikasi 3 jenis vegetasi di Taman Petemon diantaranya pohon, perdu, dan semak/rumput. Sedangkan untuk aksesibilitas Taman
Petemon diklasifikasikan berdasarkan aksesibilitas internal dan eksternal. Aksesibilitas internal taman seperti trek jogging, jalan setapak, dan trek bersepda sedangkan
aksesibilitas eksternal Taman Petemon telah mampu menggunakan sepeda motor dan mobil dengan jarak tempuh 15-30 menit dari pusat kota. Aktivitas pengunjung yang
teridentifikasi pada Taman Petemon berupa aktivitas sesungguhnya (makan dan minum, berbelanja, berjalan, bermain dan duduk), aktivitas spesifik (bersepeda, berfoto, jogging, makan bersama dan duduk santai di taman), dan aktivitas tambahan (berjalan sambil mengobrol, berbelanja sambil mengobrol, duduk sambil makan dan minum, dan
jalan-jalan sambil mengobrol).