Abstract :
Proses pengolahan daun tembakau oleh petani di NTB adalah proses perajangan daun tembakau. Pada proses perajangan, petani tembakau masih banyak menggunakan cara manual, yaitu dengan menggunakan dudukan tembakau yang terbuat dari kayu atau koplakan dan dipotong dengan menggunakan pisau rajang. Mesin perajangan daun tembakau di NTB masih terbilang minim yang beredar di petani tembakau, ini disebabkan mesin perajang hanya tersedia di pabrik pengolahan tembakau sehingga petani pada saat selesai memanen daun tembakau mereka langsung menjualnya ke pabrik pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui waktu, kapasitas kerja alat, daya dan ergonomika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan merancang mesin pencacah tembakau dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan P1 = beban 1 kg, P2 = beban 2 kg dan P3 = beban 3 kg dengan putaran 1400 rpm, masing-masing perlakuan diulang 3 (tiga) kali sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Analisis data menggunakan keragaman anova pada taraf nyata 5% dan apabila antara perlakuan berpengaruh nyata maka diuji lanjut dengan BNJ taraf nyata 5%. Parameter yang diamati yaitu, pengukuran waktu (jam), kapasitas kerja alat (kg/menit), kebutuhan daya motor penggerak (HP), Kuesioner Nordic Body Map. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter kebutuhan waktu (detik) tidak berbeda nyata atau non signifikan sedangkan pada parameter kapasitas kerja alat (kg) dan kebutuhan daya listrik (watt) berbeda nyata atau signifikan dan untuk parameter kuesioner nordic body map dengan adanya aspek ergonomika terhadap mesin pencacah daun tembakau membuat mesin pencacah lebih aman dan nyaman saat merajang daun tembakau.