Abstract :
Batako adalah bahan bangunan berupa bata cetak alternatif sebagai pengganti batu bata yang terbuat dari beberapa campuran semen, agregat halus dan air dengan perbandingan tertentu. Batako sering digunakan pada era moderen ini untuk bahan pembutan dinding bangunan, karena bahannya yang terbilang mudah, tidak sulit untuk dicetak dan lebih efisien waktu saat pemasangan.
Batako dalam pengujian ini menggunakan campuran limbah abu sekam padi, dengan harap limbah abu sekam padi dapat dimanfaatkan kembali. Pada penelitian ini menggunakan variasi 0%, 1%, 2% 3%, dan 4% terhadap berat pasir. Nilai faktor air semen (f.a.s) yang digunakan adalah 0,4. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berbentuk kubus dan cetakan batako dengan dimensi kubus 15 x 15 cm x 15 cm, untuk menguji kuat tekan sedangkan cetakan batako normal 30 cm x 15 cm x 10 cm.untuk pengujian inpact, Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14 dan 28 hari, sedangkan impact dan daya serap air dilakukan pada umur 28 hari.
Hasil penelitian dari penambahan limbah abu sekam padi pada batako pada nilai kuat tekan persentase limbah abu sekam padi 0% adalah 6,54 Mpa, campuran 1% adalah 5,98 Mpa, campuran 2% adalah 5,99 Mpa , campuran 3% adalah 5,70 Mpa, dan campuran 4%, 3,23 Mpa. Nilai impact didapatkan dengan persentase limbah batu emas 0% adalah 155,68 joule, campuran 1% adalah 203,07 joule, campuran 2% adalah 284,10 joule, campuran 3% adalah 148,92 joule, dan campuran pada 4% adalah 93,88 joule. Nilai daya serap air didapatkan dengan persentase limbah abu sekam padi 0% adalah 1,97% campuran 1% sebesar 0,47%, campuran 2% sebesar 0,85%, campuran 3% sebesar 0,40%, dan campuran 4% sebesar 0,52.%.