DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMULEK KABUPATEN LOMBOK BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
BAIQ, ASTUTI KAMARIAH
Subject
618.2 Obstetri, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan 
Datestamp
2024-03-28 01:20:20 
Abstract :
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), diukur berdasarkan tinggi badan atau Panjang badan menurut umur (TB/U atau PB/U). Berdasarkan hasil Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) 2021 Puskesmas Banyumulek kasus stunting tertinggi di Kabupaten Lombok barat yaitu 30,71%. Anemia ibu hamil di Puskesmas Banyumulek tahun 2020 sebesar 10,34%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Banyumulek kabupaten Lombok Barat. Metode: observasional analitik dengan rancangan studi case control. Populasi semua balita 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Banyumulek. Sampel sebanyak 50 kasus dan 50 kontrol, total sampel 100. Analisa data yang digunakan chi-square dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: terdapat hubungan antara riwayat anemia ibu hamil dengan kejadian stunting dilihat dari p-value = 0,01 dan OR 2,739 (95% CI; 1,204- 6,23) yang berarti ibu hamil anemia berisiko 2,7 kali lebih besar memiliki anak stunting. Kesimpulan: ada hubungan antara riwayat anemia ibu hamil dengan kejadian stunting. Pada ibu hendaknya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya Kesehatan ibu dan anak untuk mencegah stunting. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram