DETAIL DOCUMENT
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
Ahmad, Fitra Baiti Rahman
Subject
321 Sistem Pemerintahan & Negara 
Datestamp
2023-08-09 06:56:26 
Abstract :
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui collaborative governance dalam perkembangan pariwisata di Kawasan Senggigi Kabupaten Lombok Barat. Pengembangan suatu tempat wisata dengan pengelolaan sumber daya secara optimal dapat ditunjukkan melalui sinergi yang dibangun antar berbagai stakeholder, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Selain itu, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengembangan potensi wisata, maka penting untuk mengetahui bagaimana kolaborasi yang telah dibangun dan faktor apa saja mendorong dan menghambat kolaborasi dari sebuah pengembangan objek wisata. Metode yang peneliti gunakan yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode ini dipilih sebab sesuai untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, gejala, keadaan dan situasi kelompok tertentu. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan datanya melalui berbagai bentuk seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori collaborative governance dari DeSave yang memberikan 7 (tujuh) indikator sebagai alat analisis. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Senggigi secara keseluruhan belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal ini dilihat dari: struktur jaringan yang lemah, ditandai dengan belum terlibatnya aktor-aktor terkait. Komitmen terhadap tujuan (belum baik), terlihat dari tidak adanya tujuan bersama dan misi umum yang diciptakan. Tingkat kepercayaan (lemah), dimana kepercayaan yang kuat hanya dibangun antar aktor kolaborasi antar instansi pemerintah. Akses terhadap kekuasaan (cukup baik), dimana Dinas Pariwisata sangat terbuka dan mengetahui kinerja dari aktor kolaborasi lainnya. Pembagian akuntabilitas (cukup baik), dimana setiap aktor kolaborasi sudah memiliki tugas masing-masing. Berbagi informasi (belum optimal), dimana informasi tersebut lebih banyak dibagikan hanya kepada mereka yang tergabung dalam instansi pemerintah. Akses terhadap sumberdaya (belum maksimal), hal ini dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang masih belum memadai, meskipun pembangunan kualitas SDM dapat dikatakan sudah berjalan. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram