Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
SRI, RODIATUL AINI
Subject
610.7 Metode Riset Penelitian dan Statistik Kedokteran, Metode Riset Penelitian dan Statistik Kesehatan
Datestamp
2023-08-14 06:26:18
Abstract :
Tanaman apu-apu (Pistia Stratiotes L.) mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, saponin, tanin, steroid, dan juga alkaloid namun tumbuhan apu-apu (Pistia Stratiotes L) masih dikenal sebagai gulma atau tanaman hama dikalangan para petani sebab dianggap mengganggu hasil dari pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan kadar flavonoid total dan pada bagian daun tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dan untuk mengetahui perbandingan fraksi pelarut pada daun tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode ekstraksi Maserasi untuk memperolehan ekstrak tanaman apu-apu, yang mana kemudian hasil ekstrak difraksinasi menggunakan pelarut air, Etil asetat, dan n-Heksana. Hasil penelitian skrining fitokimia Ekstrak etanol daun tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) mengandung kadar senyawa flavonoid total fraksi air sebesar 0,914mQE dalam 10 mg ekstrak , dan fraksi etil asetat sebesar 1,205 mgQE dalam 10 mg ekstrak. berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sifat pelarut ekstrak etanol dengan 3 pelarut fraksiyang berbeda pada ekstrak daun tanaman apu-apu (Pistia Stratiotes L) terhadap kandungan total flavonoid. Kandungan flavonoid total tertinggi berturut-turut adalah fraksi etil asetat, fraksi air, dan fraksi .