Abstract :
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi gagal ginjal kronik di provinsi NTB sebanyak 0,4% dari pasien gagal ginjal kronik di Indonesia. Faktor resiko gagal ginjal kronik yang paling banyak di Indonesia yaitu hipertensi. Kompleksitas pengobatan pada pasien gagal ginjal kronik dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problems (DRP?s). Drug Related Problems (DRP?s) merupakan terapi obat yang secara nyata dapat mengganggu hasil klinis kesehatan yang diinginkan. Tujuan untuk mengidentifikasi adanya Drug Related Problems (DRP?s) pada penderita gagal ginjal kronik dengan komorbid hipertensi yang menjalani hemodialisa di RSUD Provinsi NTB. Metode penelitian yaitu observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dari data rekam medis pada bulan Januari-Desember tahun 2022. Penelitian ini memiliki 62 pasien dengan metode pengambilan sampel non probability dengan tehnik purposive sampling. Hasil memaparkan karakteristik pasien yang terdiri dari karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan, karakteristik pasien berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 56-65 tahun, karakteristik pasien berdasarkan pendidikan terakhir paling banyak yaitu SMA, karakteristik pasien berdasarkan lama menjalani hemodialisa paling banyak yaitu <12 bulan dan karakteristik pasien berdasarkan frekuensi hemodialisa yaitu 1-2 kali seminggu. Identifikasi DRP?s terdapat 32 data rekam medis yang mengalami DRP?s dan 30 data rekam medis yang tidak mengalami DRP?s. Kesimpulan penelitian ini adalah kategori Drug Related Problems (DRP?s) yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid hipertensi yang menjalani hemodialisa di RSUD Provinsi NTB menunjukkan 2 kategori kejadian DRP?s yaitu interaksi obat sebanyak 21 (65,63%) kejadian dan membutuhkan terapi obat tambahan sebanyak 11 (34,37%) kejadian.