Abstract :
Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang dilakukan oleh sebagian besar pasien kanker payudara. Pengobatan kemoterapi ini memiliki ADRs (Adverse Drug Reactions) pada pasien sehingga dapat mengganggu fisik dan psikis pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ADRs, probabilitas dan kausalitas pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 120 responden. 90 responden menggunakan regimen kemoterapi TAC (Paclitaxel, Doxorubicin, Cyclophosphamide) dan 30 responden menggunakan regimen AC (Doxorubicin, Cyclophosphamide). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADRs yang dialami meliputi mual (93,33%), muntah (41,67%), alopecia (95,83), diare (48,33%), sembelit (29,17%), nyeri (70%), sariawan (45,83%), demam (34,17%), perubahan warna kuku (13,33%), anemia (12,50%), leukopenia (12,50%) dan trombositopenia (2,50%). Hasil probabilitas pada regimen TAC menunjukkan kategori possible (10%), probable (54,44%) dan definite (35,56%), Sedangkan pada regimen AC menunjukkan kategori possible (6,67%), probable (63,33%) dan definite (30%). Hasil kausalitas pada regimen TAC menunjukkan kategori unlikely (1,11%), possible (12,22%), probable (25,56%), certain (61,11%), Sedangkan pada regimen AC menunjukkan kategori possible (6,67%), probable (43,33%) dan certain (50%). Kejadian ADRs yang paling banyak dialami adalah alopecia dan mual. Hasil probabilitas yang paling banyak dialami terjadi pada kategori probable sebanyak 49 pasien (54,44%) pada regimen TAC dan 19 pasien (63,33%) pada regimen AC. Hasil kausalitas yang paling banyak dialami terjadi pada kategori certain sebanyak 55 pasien (61,11%) dengan regimen TAC dan 15 pasien (50%) dengan regimen AC.