Abstract :
Latar Belakang: Remaja merupakan individu yang tidak bisa menghindari kecemasan. Dampak dari kecemasan dapat menyebabkan perilaku prestasi belajar menurun, ingatan yang menurun, pengambilan keputusan yang buruk, dan penurunan kualitas kerja, pengambilan cepat ditangani. Oleh karena itu salah satunya Aromaterapi Lavender. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada remaja SMA Negeri 1 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian adalah pre-exsperimental dengan bentuk rancangan One Group Pre-Post Desig. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 33 orang. Analisis yang digunakan adalah T-Test. Hasil: Rata-rata tingkat kecemasan remaja sebelum pemberian Aromaterapi Lavender adalah 23,27 dan setelah pemberian aromaterapi lavender adalah 11,40, penyebab kecemasan yang paling dominan adalah guru yaitu sebanyak 47, 72%. Hasil uji statistik T-Test diperoleh P Value 0,000 diperoleh. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan aromaterapi lavender pada remaja SMA Negeri 1 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah
Saran: Mahasiswa disarankan segera mengidentifikasi sumber kecemasan. Kecemasan bukan sebagai beban melainkan suatu masalah yang harus diselesaikan dengan cepat dan tepat. Aromaterapi lavender dapat dijadikan salah satu alternative untuk mengurangi kecemasan.