Abstract :
Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) adalah tumbuhan yang berasal dari wilayah tropis yang termasuk kedalam famili Oxalidaceae. Metabolit sekunder hasil dari fermentasi fungi endofit merupakan sumber senyawa bioaktif sebagai sumber penemuan obat baru. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aktivitas antibakteri dan antijamur dari hasil fermentasi fungi endofit dari tanaman belimbing manis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design secara in vitro untuk mencari data sebenarnya yang didapat dari hasil fermentasi fungi endofit sampel daun belimbing manis dengan cara penanaman media dengan kertas cakram atau metode difusi pada bakteri S. aureus, E. coli, dan salah satu jamur patogen yaitu Candida albicans. Hasil penelitian ini dari penanaman sampel diperoleh 5 isolat fungi endofit. Selanjutnya dilakukan purifikasi fungi endofit dari penanaman sampel daun belimbing manis didapatkan 8 isolat yang ditandai dengan terdapatnya 1 fungi yang tumbuh pada 1 cawan. Kemudian terdapatnya 5 sampel hasil fermentasi yang berhasil yaitu sampel B2, B3, B5, B7 dan B8 ditandai dengan tumbuhnya fungi pada proses fermentasi selama 30 hari. Tahap selanjutnya dilakukan ekstraksi menggunakan etil asetat pada 5 sampel dari hasil fermentasi fungi endofit daun belimbing manis. Tahapan terakhir yaitu uji KLT dengan uji aktivitas antibakteri dan anti jamur. Pada uji KLT terdapat metabolit sekunder yaitu senyawa fenol pada sampel B5 dan B8 ditandai dengan adanya bercak yang berwarna biru kehitaman sedangkan uji aktivitas antibakteri dan antijamur yaitu pada S. aureus, E. coli dan Candida albicans diperoleh sampel B5 dan B7 memiliki aktivitas pada bateri E. coli ditandai adanya zona hambat. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat zona hambat hanya pada bakteri E. coli yang memiliki aktivitas antibakteri pada sampel B5 dengan kategori (lemah) dan B7 dengan kategori (Kuat).