Abstract :
Banjir sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Ini memiliki dampak yang sangat negatif pada kehidupan masyarakat, ekonomi dan lingkungan. Banjir disebabkan oleh dua (dua) kategori yaitu banjir alam dan banjir buatan manusia. Banjir bandang pernah terjadi di kecamatan Hu''u pada tanggal 04 November 2020 banjir tersebut tidak menimbulkan kerugian secara materiil karena cakupan banjir tersebut hanya pada garis sempadan sungai daha,Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, pendekatan kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk memenuhi petunjuk penggunaan lahan pada daerah yang rawan banjir, karena penelitian kualitatif ini merupakan penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengilustrasikan data yang terkumpul dengan tujuan untuk membuat kesimpulan masyarakat dengan metode yang digunakan berdasarkan hasil dari hasil. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan terhadap 95 narasumber, Sebanyak 34 melakukan adaptasi secara aktif, 29 responden melakukan adaptasi secara pasif, dan 32 responden lainnya melakukan keduanya. Bentuk adaptasi aktif yaitu Meninggikan Rumah, Pelebaran sungai, Membersihkan sungai, Pembangunan tanggul sungai, dan Reboisasi.bentuk adaptasi pasif yang dilakukan yaitu, Pemahaman masyarakat akan bencana banjir berdasarkan pengalaman sebelumnya dan mengurangi/menekan pengeluaran sehari hari.Dari kesimpulan hasil penelitian diatas, peneliti memiliki saran antara lain, pemerintah lebih fokus dalam kegiatan reboisasi pada hutan yang dilakukan alih fungsi kawasan, dan adanya sosialisasi dan penyuluhan pada masyrakat yang terdapak banjir terkait bentuk dan tindakan masyrakat dalam meminimalisir dampak banjir baik sebelum maupun setelah terjadinnya banjir.