DETAIL DOCUMENT
ANALISIS POLA SPASIAL PERUBAHAN SUHU IKLIM MIKRO URBAN HEAT ISLAND DAN HUBUNGANNYA TERHADAP DINAMIKA PERKEMBANGAN KOTA MATARAM
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
WIWIT, BAYU ADI
Subject
620 Ilmu Teknik & Ilmu yang Berkaitan 
Datestamp
2023-11-13 07:11:04 
Abstract :
Perbedaan suhu iklim mikro antara pusat kota dengan daerah pinggiran kota dikenal sebagai efek fenomena UHI (Urban Heat Island). Di Indonesia, fenomena kelebihan panas yang tidak merata ini, lebih dikenal dengan istilah kutub panas kota. Efek fenomena UHI sudah menjadi sorotan dunia yang harus segera ditangani, karena semakin banyak kota-kota yang mengalami efek fenomena tersebut, jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan menyebabkan semakin tingginya laju peningkatan pemanasan global. Secara tidak langsung Kota Mataram telah mengalami fenomena UHI yang ditandai peningkatan suhu udara seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan, kurangnya ruang terbuka hijau dan semakin meningkatnya alih fungsi lahan menjadi lahan terbangun sebagai kawasan perumahan, permukiman dan kegiatan pelayanan Kota. Adapun tujuan dari artikel ini, yaitu untuk mengetahui pola spasial suhu iklim mikro UHI yang ada di Kota Mataram dari tahun 2000 hingga tahun 2022. Metode yang digunakan yaitu sistem pengindraan jauh dengan memanfaatkan data Cita Satelite Landsat 8-9. Selain itu metode analisis regresi liniear berganda dan analisis sumbangan efektif variabel (SE) digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel terikat dependen. Dari hasil analisis didapatkan bahwa, pola sapsial suhu iklim mikro UHI di Kota Mataram mengalami perubahan dan peningkatan pada setiap tahunnya, dimana pola suhu mulai terpusat di tengah-tengah kegiatan kota dan mulai menyebar pada kawasan pinggiran pusat kegiatan kota. Adapun nilai pengaruh paling besar yang dihasilkan dari uji statistik terlihat bahwa jumlah transportasi memberikan pengaruh sebesar 54% dan di susul dengan jumlah lahan terbangun sebesar 23%, sedangkan jumlah penduduk dan jumlah ruang terbuka hijau memiliki pengaruh terhadap peningkatan suhu iklim mikro di Kota Mataram sebesar 6%, sedangkan 11% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram