Abstract :
biasanya atau diatas 37?C. Demam pada anak saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan penting di banyak negara berkembang. Di Indoesia tahun 2011, kasus demam pada anak dilaporkan mencapai 52-74% anak mengalami demam. Angka kejadian demam pada anak di Puskesmas Narmada tahun 2022 yaitu sebanyak 255 orang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pemberian obat antipiretik sebagai penurun panas. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara acidental sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dan dilaksanakan pada bulan juni 2023 dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden berusia 8 tahun sebanyak 18 orang anak (36%) dan usia terendah yaitu 5 tahun sebanyak 6 orang anak (10%). Pada penelitian tersebut sebagian besar responden tidak bekerja (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 39 orang responden (78%) sedangkan untuk yang bekerja sebanyak 11 orang responden (22%). Penggunaan obat antipiretik yang paling banyak adalah paracetamol sebanyak 38 orang (76%) dan yang paling sedikit yaitu penggunaan paracetamol dan ibuprofen sebanyak 12 orang (24%). Pada pemberian obat antipiretik pada anak, terdapat respoden memberikan obat secara tidak baik (buruk) sebanyak 30 reponden (60%) dan yang memberikan obat secara baik sebanyak 20 responden (40%). Kesimpulan yaitu diperoleh hasil pemberian obat antipiretik sebagai penurun panas pada anak dapat dikategorikan buruk sebanyak 30 responden dengan persentase (60%) dan kategori baik sebanyak 20 responden dengan persentase (40%).