Abstract :
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia, karena infeksi saluran napas hampir 4 juta orang meninggal di setiap tahunnya. Tingkat kematian sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang tua terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi obat pada pasien infeksi saluran pernafasan akut di RSUD Provinsi NTB. Metode penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional deskriptif dengan cara retrospektif, populasi yaitu sejumlah 392 pasien dengan 80 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa interaksi obat pada Pasien ISPA yang Menjalani Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2022 paling banyak dengan usia 0-20 tahun yaitu sebanyak 54 orang (75.0%). Level interaksi obat paling banyak adalah interaksi obat moderate yaitu sebanyak 59 (73.8%), interaksi obat mayor sebanyak 13 (16.3%) dan interaksi obat minor sebanyak 8 (10.0%). Mekanisme interaksi paling banyak adalah interaksi obat farmakodinamik/moderate yaitu sebanyak 42 (51.9%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme potensi interaksi obat paling banyak adalah interaksi obat farmakodinamik/moderate.