DETAIL DOCUMENT
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Ekstrak Lumut Laut (Ramalina siliquosa, Vulpicida, Eucheuma), Alga Coklat (Sargassum filipendula,), Alga Merah (Gracilaria salicornia) dan Spons Laut (Spongia officinalis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphyloc
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
PUTRI, AMRINA RASADA
Subject
610.28 Teknik, Prosedur, Alat-alat, Perlengkapan, Bahan-bahan, Instrumentasi Medis 
Datestamp
2023-12-05 01:50:40 
Abstract :
Pemanfaatan tanaman laut dalam bidang farmasi selama ini masih terbatas, sedangkan potensi tanaman laut di Indonesia sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk uji aktivitas antibakteri ektrak lumut laut (Ramalina siliquosa, Vulpicida, Eucheuma), alga coklat (Sargassum filipendula), alga merah (Gracilaria salicornia) dan spons laut (Spongia officinalis) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, guna untuk mengetahui sumber antibakteri dari bahan alam khususnya dari jenis alga laut dan spons laut. Uji daya hambat bakteri ini menggunakan metode difusi cakram dengan bahan uji alga laut dan spons laut jenis yang telah dikeringkan hingga menjadi simplisia. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96% dan fraksi etil asetat. Penelitian dilakukan dengan enam jenis biota laut yaitu lumut laut (Ramalina siliquosa, Vulpicida, Eucheuma), alga coklat (Sargassum filipendula), alga merah (Gracilaria salicornia) dan spons laut (Spongia officinalis). Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif. Data diperoleh dari perhitungan diameter zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri uji. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak spons laut (Spongia officinalis) memiliki daerah hambat tertinggi terhadap bakteri S. aureus (16,5 mm). Tanaman laut jenis Ramalina siliquosa dan Vulpicida memiliki daerah hambat yang lemah terhadap bakteri S. aureus (2 mm). Sedangkan tiga tanaman laut jenis lumut laut (Eucheuma), alga coklat dan alga merah tidak memiliki daya hambat. Dapat disimpulkan bahwa spons laut (Spongia officinalis) memiliki tingkat daya hambat yang tinggi dapat dikategorikan kuat, sedangkan lumut laut Ramalina siliquosa dan Vulpicida memiliki daerah hambat yang lemah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya zona bening disekitar cakram 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram