Abstract :
yang dapat ditimbulkan oleh stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh. Faktor yang menyebabkan kejadian stunting diantaranya yaitu kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil, sehingga perlu untuk dilakukan kajian tentang hubungan antara riwayat KEK dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengetahui hubungan riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bayan Kabupaten Lombok Utara.
Metode : Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Case Control dengan pendekatan retrospektif pada 32 orang anak stunting sebagai kelompok kasus dan 32 orang anak tidak stunting sebagai kelompok kontrol, dimana pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling.
Hasil : Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan untuk hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian stunting didapatkan p value 0,046 < ? 0,05 OR=2,778, sementara itu untuk hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting didapatkan p value 0,031 < ? 0,05 OR=3,370. Kesimpulan : Ada hubungan antara Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia selama kehamilan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bayan Kabupaten Lombok Utara sehingga perlu adanya upaya penanggulangan stunting dengan memanfaatkan adanya kerjasama lintas sektoral