DETAIL DOCUMENT
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSIA TRESNA MATARAM
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
MADE, METRI PURWANINGSIH
Subject
618 Ginekologi dan Obstetri 
Datestamp
2024-03-27 07:10:38 
Abstract :
Latar Belakang: Asfiksia adalah gangguan pertukaran gas O2 dari ibu ke janin yang dapat menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan bayi lebih lanjut. Beberapa factor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia yaitu: ketuban pecah dini, pre-eklampsia, partus lama, usia kehamilan dan berat badan lahir rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSIA Tresna Mataram. Metode Penelitian: Analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case control. Sampel berjumlah 156 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 73 responden kelompok kasus dan 73 responden kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Data dianalisis univariat mendeskripsikan masingmasing variabel. Teknik analisa bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: Pesentase kejadian asfiksia pada bayi baru lahir pada ibu bersalin dengan ketuban pecah dini 52,1% dengan p-value 0,000 dan nilai OR 5,519. Pada ibu pre-eklampsia 16,4% dengan p- value 0,030 dan nilai OR 3,393. Pada kejadian partus lama 43,8% dengan p-value 0,001 dan nilai OR 3,289. Pada usia kehamilan aterm 52,1% dengan p-value 0,013 dan nilai OR 2,441. Pada bayi BBLR 19,2% dengan p-value 0,182 dan nilai OR 1,687. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini, pre-eklampsia, partus lama dan eusia kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dan tidak ada hubungan yang signifikan antara BBLR denga kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram