Abstract :
Latar Belakang: Asfiksia adalah gangguan pertukaran gas O2 dari ibu ke janin yang dapat menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan bayi lebih lanjut. Beberapa factor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia yaitu: ketuban pecah dini, pre-eklampsia, partus lama, usia kehamilan dan berat badan lahir rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSIA Tresna Mataram. Metode Penelitian: Analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case control. Sampel berjumlah 156 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 73 responden kelompok kasus dan 73 responden kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Data dianalisis univariat mendeskripsikan masingmasing variabel. Teknik analisa bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: Pesentase kejadian asfiksia pada bayi baru lahir pada ibu bersalin dengan ketuban pecah dini 52,1% dengan p-value 0,000 dan nilai OR 5,519. Pada ibu pre-eklampsia 16,4% dengan p- value 0,030 dan nilai OR 3,393. Pada kejadian partus lama 43,8% dengan p-value 0,001 dan nilai OR 3,289. Pada usia kehamilan aterm 52,1% dengan p-value 0,013 dan nilai OR 2,441. Pada bayi BBLR 19,2% dengan p-value 0,182 dan nilai OR 1,687. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini, pre-eklampsia, partus lama dan eusia kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dan tidak ada hubungan yang signifikan antara BBLR denga kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.