DETAIL DOCUMENT
PENGARUH VARIASI SUHU CAMPURAN TERHADAP BERAT JENIS ASPAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
LALU, MAWARDI
Subject
624 Teknik Sipil 
Datestamp
2020-03-11 06:31:08 
Abstract :
Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan sehari-hari, sehingga dalam masa pelayanannya sangat diharapkan kondisi jalan tersebut memiliki keawetan sesuai umur rencananya. Dan dapat memberikan pelayanan seperti keamanan dan kenyamanan bagi pemakai jalan tersebut. Tapi pada setiap tahun banyak sekali kerusakan jalan yang terjadi sebelum masa pelayanannya tercapai. Faktor penyebab kerusakan jalan antara lain adalah karena proses pemadatan campuran beraspal dilakukan dilapangan tidak pada temperatur yang tepat, serta dalam proses pengangkutan campuran kemungkinan terjadi perubahan cuaca, misalnya gerimis, hujan atau perubahan suhu pada suatu daerah yang relative dingin sehingga campuran beraspal tersebut bisa mengalami penurunan suhu. Maka perlu dikaji tentang pengaruh suhu terhdapa Berat Jenis aspal. Pengujian ini di lakukan di laboraturium PT. Metro Lestari Utama di Desa Pringgabaya kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Dalam penelitian ini variasi suhu campuran yang digunakan sebesar 130ºC, 140ºC, 150ºC, 160ºC, 170ºC. Menggunakan aspal keras penetrasi 60/70, dan hasilnya akan dibandingkan dengan parameter Marshall yang mengacu kepada Spesifikasi Bina Marga 2010. Dari hasil pengujian didapatkan Nilai stabilitas optimum pada variasi suhu 150 ⁰C, Sedangkan nilai minimum terdapat pada variasi suhu 130 ⁰C, hasil pengjujian flow menunjukkan seiring bertambahnya suhu semakin tinggi nilai flow, hasil pengujian menunjukkan nilai marshall quotient optimum pada variasi suhu 150 ⁰C sebesar 397 Kg/mm, sedangkan nilai minimum terdapat pada variasi suhu 170 ⁰C sebesar 294 Kg/mm, dari hasil pengujian menunjukkan nilai VMA optimum terdapat pada suhu 170 ⁰C sebesar 20,1 %, sedangkan nilai minimum terdapat pada suhu 160 ⁰C sebesar 18,43 % dan dari hasil pengujian menunjukkan nilai VIM optimum terdapat pada suhu 170 ⁰C sebesar 6,46 %, sedangkan nilai minimum terdapat pada suhu 160 ⁰C sebesar 4,39 %. Kata Kunci : variasi suhu, stabilitas,flow,VIM, marshall quotient, VMA. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram