Abstract :
Abon merupakan hasil pengolahan yang berupa pengeringan bahan baku yang telah ditambahkan bumbu-bumbu untuk meningkatkan cita rasa dan memperpanjang daya simpan. Saat ini abon yang dihasilkan dari ikan tongkol juga bisa dibuat dengan menambahkan buah-buahan seperti buah nanas madu untuk meningkatkan nilai gizi seperti serat dan protein. Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui pengaruh penambahan daging buah nanas madu terhadap sifat kimia dan organoleptik abon ikan tongkol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan percobaan di Laboratorium. Rancangan ini dirancang menggunakan Rancanangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan daging buah nanas madu yaitu terdiri atas 5 perlakuan yaitu P0 = 0% P1 = 20% P2 = 30% P3 = 40% P4 = 50% daging buah nanas madu. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman (Analysis of Variance) pada taraf nyata 5% bila terdapat perlakuan yang berpengaruh secara nyata maka diuji lanjut menggunakan uji menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan daging buah nanas maka kadar protein, serat, dan abu semakin meningkat. Pada uji organoleptik tekstur, aroma, dan warna semakin meningkat, sedangkan pada rasa menurun. Perlakuan yang terbaik yang disukai penelis adalah perlakuan P2 dengan penambahan daging buah nanas madu 30% dengan skor rasa, warna, aroma dan tekstur sebesar 4,0 (suka), 4,73 (cokelat kekuningan), 4,13 (suka) dan 3,40 (agak lembut). Adapun nilai parameter kimia P2 seperti kadar protein, kadar serat dan kadar abu berturut-turut sebesar 9,57%, 33,50% dan 3,77%.