Abstract :
Keterampilan berbicara mengacu pada kemampuan mengartikulasikan suara dan mengucapkan kata-kata agar dapat mengungkapkan ide, pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan secara efektif kepada orang lain. Keterampilan ini bergantung pada faktor-faktor seperti kepercayaan diri, kejujuran, kebenaran, dan tanggung jawab. Sebuah penelitian deskriptif kualitatif adalah jenis penelitian yang dilakukan pemikiran induktif mengenai dinamikahubungan antara fenomena yang diamati ditekankan dalam penelitian kualitatif, dan logika ilmiah selalu diterapkan menemukan atau menjelaskan makna yang mendasari realitas adalah tujuan dari penelitian kualitatif. Sebuah penelitian deskriptif kualitatif adalah jenis penelitian yang dilakukan pemikiran induktif mengenai dinamikahubungan antara fenomena yang diamati ditekankan dalam penelitian kualitatif, dan logika ilmiah selalu diterapkan menemukan atau menjelaskan makna yang mendasari realitas adalah tujuan dari penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai kemampuan berbicara siswa kelas IX B SMPN 3 Narmada pada pembelajaran bahasa Indonesia melalui teknik pengumpulan data berbagai metode, kemudian mengolah dan menganalisis data sebagaimana telah peneliti paparkan dari bab 1 sampai bab 5, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir penilaian pembelajaran.. Kemampuan berbicara siswa kelas IX B SMPN 3 Narmada pada pembelajaran bahasa Indonesia meliputi kemampuan siswa dalam melafalkan kata atau kalimat dengan tepat, menggunakan tempo, jeda, serta suara sesuai dengan isi, mampu membuka dan menutup pembicaraan sesuai dengan konteks pembicaraan, mampu memaparkan inti pembicaraan secara runtut, ketepatanp pembicaraan, sikap tubuh ketika berbicara tegap, percaya diri, dan tidak kaku, serta menguasai topik pembicaraan.