Abstract :
Biogas merupakan campuran gas yang dihasilkan dari penguraian limbah organik dengan bantuan bakteri melalui proses fermentasi anaerob (kedap udara). Biogas dengan kandungan metana tinggi dihasilkan dengan menghilangkan gas CO2, H2O, dan H2S. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan rancangan alat pemurnian biogas, mengetahui sistem kerja alat pemurnian biogas dan mengetahui hasil uji kinerja alat pemurnian biogas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dimana dilakukan sebuah perancangan alat dan di lakukan uji kinerja pada alat yang dirancang. Penelitian ini mengukur 3 parameter pengukuran yaitu pengukuran kandungan karbondioksida (CO2), kandungan gas metana (CH4), dan tekanan. Penurunan rerata kandungan karbon dioksida (CO2) setelah dilakukan proses pemurnian yaitu pada minggu pertama sebesar 483 ppm, pada minggu kedua sebesar 485 ppm, minggu ketiga sebesar 520 ppm, minggu keempat sebesar 538 ppm dan pada minggu kelima sebesar 497 ppm. Peningkatan rerata kandungan gas metan (CH4) setelah dilakukan proses pemurnian yaitu pada minggu pertama sebesar 23,44 ppm, pada minggu kedua sebesar 23,36 ppm, minggu ketiga sebesar 24,90 ppm, minggu keempat sebesar 24,59 ppm dan pada minggu kelima sebesar 23,15 ppm. Tekanan pada biogas yang diukur selama 5 minggu pengukuran memiliki rerata tekanan yang stabil (tidak berbada jauh) dimana tekanan pada minggu pertama memiliki tekanan mencapai 3.05 kPa, minggu kedua pengukuran tekanan mencapai 3.03 kPa, minggu ketiga mencapai 3.04 kPa, minggu keempat mencapai 3.05 kPa, dan minggu kelima mendapatkan jumlah tekanan mencapai 3.03 kPa.