Abstract :
Salah satu langkah strategis yang dapat diambil adalah melalui implementasi Desa inklusif melalui keterlibatan perempuan dalam program-program prioritas. Pembentukan Desa Inklusi merupakan salah satu bentuk dalam pelaksanaan perencanaan dan penganggaran pemerintahan sebagai upaya pencapaian masyarakat yang partisipatif.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti ingin mengembangkan pengamatan sesuai dengan kondisi, situasi dan fenomena menurut kejadian dilapangan. pendekatan penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif melalui penggunaan kata-kata lisan dan tulisan dari manusia atau benda yang dilihat dan mempunyai pemahaman rasional terhadap kenyataan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mataram Kecamatan Mataram Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara.
Implementasi Desa inklusif melalui keterlibatan perempuan dalam program-program prioritas di Kelurahan Mataram Timur telah tercermin dari adanya akses dan partisipasi masyarakat perempuan dalam mendapatkan informasi, jadwal, undangam dan terlibat dalam kegiatan MPBM sebagai fasilitator dan proses perencanaan dan penganggaran dalam program-program prioritas di Kelurahan Mataram Timur. Implementasi Desa inklusif melalui keterlibatan perempuan dalam program-program prioritas di Kelurahan Mataram Timur juga dapat dilihat dari kontrol keputusan program prioritas pembangunan ada ditangan Lurah yang merupakan seorang perempuan dengan program-program prioritas di bidang Kesehatan, Pendidikan dan keagamaan. Serta penanganan sampah Rumah Tangga baik sampah organik maupun non organic serta pemanfaatan Limbah plastik menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis. Implementasi Desa inklusif melalui keterlibatan perempuan dalam program-program prioritas di Kelurahan Mataram Timur telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Walau tidak dapat dipungkiri masih terdapat perbaikan-perbaikan program yang perlu ditindaklanjuti sehingga tujuan dalam mencapai predikat desa inklusif dapat tercapai.