Abstract :
Di Indonesia pembangunan sektor pariwisata mengalami perkembangan yang begitu cepat, tentu saja jika dilihat dari kekayaan alam yang ada di Indonesia begitu luas. Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi yang mengembangkan sektor wisatanya.Nusa Tenggara Barat memiliki banyak sekali sumber daya alam yang menjadi daya tarik sehingga banyak wisatawan manca negara maupun domestic datang untuk menikmati obyek wisatanya. di desa Mapin Rea memiliki suatu genangan air dalam satu bahtera yang besar yang Bernama Tiu Sebangka sebagai salah satu obyek wisata di desa tersebut. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan kualitatif. Dapat didefinisikan bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah Peneliti mencoba mengamati dan mengungkap realita yang terjadi di Desa Mapin Rea dalam bidang kerjasama pariwisata Tiu Sebangka. Dalam pengembangan pariwisata ini, penulis menjelaskan kesimpulan yang diambil dalam skripsi ini sebagai berikut: Kegiatan umum yang menguntungkan dan merugi Dalam hal ini, ada untung dan rugi seseorang ketika ia melakukan hal tersebut. kinerjanya baik secara individu maupun kolektif. Individu mempertimbangkan setiap langkah yang dapat mereka ambil dibandingkan manfaat yang akan mereka terima dengan melakukan atau tidak melakukannya. Jalur Untung Rugi Dalam hal ini yaitu keuntungan dan kerugian seseorang jika melakukan suatu tindakan, baik individu maupun secara kolektif. Jalur Etika Kolektif Dalam hal ini, keyakinan individu adalah tentang respons terhadap tekanan dari lingkungan sosial. Individu menyesuaikan diri dengan keyakinan ini baik mereka berpartisipasi dalam kegiatan kelompok atau tidak. Dengan kata lain, individu memproses semua informasi dari lingkungan dan mendorong untuk berpartisipasi dalam tindakan kolektif. Jalur Emosi Kelompok Tindakan Kolektif Dalam hal ini, pengaruh yang diberikan kelompok pada individu untuk berpartisipasi dalam tindakan kolektif. Pengaruh kelompok mempengaruhi kemampuan dan efektivitas individu untuk mempertimbangkan berpartisipasi dalam kegiatan kolektif. Jalur identitas Dalam hal ini yaitu, hubungan individu dengan kelompok. Semakin kuat hubungan individu dan kelompok, semakin besar kemungkinan mereka untuk berpartisipasi dalam Tindakan kolektif untuk menanggapi situasi.