DETAIL DOCUMENT
DAYA TAHAN CAMPURAN PERKERASAN ASPAL DENGAN PENAMBAHAN GONDORUKEM (RESINA COLOPHONIUM) TERHADAP VARIASI PERENDAMAN AIR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
SILMI, WIRDA FITRI
Subject
624 Teknik Sipil 
Datestamp
2024-03-27 03:57:29 
Abstract :
Campuran beraspal panas sebagai bahan yang digunakan untuk perkerasan lentur meliputi agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler) dan bahan pengikat aspal. Bahan pengikat aspal bersifat termoplastis, air adalah salah satu musuh terbesar perkerasan jalan. Jika terjadi suatu genangan air di lapangan akan menimbulkan dampak yang dapat mempengaruhi kinerja dan keawetan suatu campuran beraspal. Salah satu cara untuk meningkatkan lapisan perkerasan beraspal yaitu dengan menambahkan zat aditif berupa gondorukem. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana daya tahan campuran beraspal dengan penambahan gondorukem dengan berbagai variasi perendaman di water bath dengan suhu 60?C ±1 tinjau dari nilai VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient. Penelitian ini menggunakan kadar aspal 6,1% dengan durasi perendaman standar, 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Hasil analisa menunjukkan durasi perendaman berpengaruh terhadap nilai stabilitas dan flow. Nilai stabilitas tertinggi ada pada perendaman standar yaitu 1132 kg dan terendah pada perendaman hari ke 3 yaitu 985 kg namun masih memenuhi syarat minimal stabilitas yaitu 800 kg. Nilai flow yang memenuhi syarat terdapat pada perendaman standar yaitu 3,80 mm sedangkan perendaman pada hari ke 1, 2, dan 3 tidak memenuhi syarat karena hasilnya melebihi standar flow yang sudah dipersyaratkan. Campuran perkeran yang di modifikasi dengan penambahan 2% gondorukem memiliki stabilitas yang baik atau mampu menahan beban lalu lintas namun belum mampu menahan kelelehan saat terendam air pada durasi perendaman 1 sampai 3 hari artinya, campuran lapis perkerasan modifikasi dengan gondorukem ini mampu menahan beban yang di persyaratkan namun kemampuan elastisitas atau kembali ke bentuk semula saat di pengaruhi oleh beban dan perendaman masih kurang baik. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram