Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
SU’AD, SU’AD
Subject
618.2 Obstetri, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan
Datestamp
2024-03-28 03:08:18
Abstract :
Latar Belakang : Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan asfiksia neonatorum adalah ketuban pecah dini (KPD). Secara teori pecahnya ketuban akan menyebabkan oligohidramnion sehingga menekan tali pusat kemudian aliran darah maupun nutrisi dari ibu yang disalurkan ke bayi akan terganggu, dapat menyebabkan asfiksia. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Asy-Syifa? Sumbawa Barat. Metode: Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 82 rekam medis yang terbagi atas 41 rekam medis bayi asfiksia dan 41 rekam medis bayi tidak asfiksia sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, sedangkan untuk analisa data penelitian ini uji hubungan yang digunakan adalah uji fisher exact. Hasil: berdasarkan uji statistik chisquare tentang hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia didapati hubungan yang signifikan dengan nilai p- value (0,026) < 0,05 dengan risiko terjadianya asfiksia dari ibu KPD adalah 3,041 artinya ibu yang mengalami ketuban pecah dini, berisiko 3,041 kali melahirkan bayi yang asfiksia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketuban pecah dini dengan asfiksia bayi baru lahir di RSUD ASY-Syifa? Sumbawa Barat.