Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji unsur-unsur kecurangan dalam teori
fraud pentagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Fraud pentagon
diproksikan dengan lima variabel yang terdiri dari pressure (tekanan) yang
diproksikan dengan stabilitas keuangan, opportunity (kesempatan) yang diproksikan dengan ketidakefektifan pengawasan, capability (kemampuan) yang diproksikan dengan pergantian auditor, rationalization (rasionalisasi) yang diproksikan dengan pergantian direksi dan arrogance (arogansi) yang diproksikan dengan frekuensi kemunculan gambar CEO. Yang dihipotesiskan mempengaruhi Financial statement fraud. Penelitian ini sampel dipilih meggunakan metode purposive sampling dari 62 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018 sampai 2020. Pengujian hipotesis menggunakan model analisis regresi berganda dengan menggunakan Eviews 10 untuk menguji pengaruh dari stabilitas keuangan, ketidakefektifan pengawasan, pergantian auditor, pergantian direksi dan Frekuensi kemunculan gambar CEO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frekuensi kemunculan gambar CEO berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial statement fraud. Sedangkan ketidakefektifan pengawasan, pergantian auditor dan pergantian direksi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial statement fraud. Dan stabilitas keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap financial statement fraud.
Kata Kunci: financial statement fraud, stabilitas keuangan, ketidakefektifan pengawasan, pergantian auditor, pergantian direksi, dan Frekuensi kemunculan gambar CEO.