Abstract :
PT BAN MOTOR adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang
industri otomotif khususnya ban. Departemen building tire merupakan suatu
bagian yang melakukan proses perakitan atau assembling dari semua bahan atau
material. Material yang digunakan antara lain ply, tread dan bead selanjutnya
diproses dengan menggunakan mesin tipe Herbert untuk dijadikan green tire.
Green tire merupakan ban setengah jadi (ban mentah) untuk selanjutnya akan
dilakukan proses masak dan menjadi produk berupa ban motor. Produk yang
dihasilkan tidak selalu dalam kualitas baik, akan tetapi dimungkinkan masih
terjadi suatu kecacatan. Masalah yang sering terjadi pada proses assembling
adalah adanya gagal turn up yaitu kegagalan proses saat melipat ply sehingga
menyebabkan kerusakan produk yang dihasilkan. Penelitian dan analisis perlu
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui akar masalah yang menjadi penyebab
utama dari cacat produk serta dapat melakukan tindakan perbaikan. Analisis
permasalahan menggunakan metode Six sigma dengan tujuan untuk memperoleh
hasil sesuai dengan fakta kejadian, data serta analisis kemudian dapat melakukan
perbaikan maupun mengkaji ulang proses yang dilakukan. Six Sigma memiliki
langkah-langkah penerapan yaitu Define-Measure-Analyze-Improve dan Control
(DMAIC). Metodologi DMAIC memiliki langkah yang terarah dan saling
berkaitan. Dengan perbaikan menggunakan metodologi tersebut, penelitian yang
dilakukan pada mesin line 01.03 rata-rata nilai sigma level meningkat menjadi
4,90 sigma dari sebelumnya sebesar 4,75 sigma. Sedangkan persentase gagal turn
up setelah perbaikan mulai turun menjadi 16,97% dibanding sebelum dilakukan
perbaikan sebesar 44,7%.