Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang sering ditemukan terkait dengan pelaksanaan
puasa, dimana banyak individu berpuasa namun mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi,
hawa nafsu, dan keinginan duniawi. Puasa seharusnya menjadi sarana untuk mengendalikan
aspek-aspek tersebut, kenyataannya banyak orang yang gagal menahan amarah dan dorongan
nafsu, yang merupakan rukun penting dalam ibadah puasa. Ketidakmampuan untuk menahan diri
ini berpotensi mengurangi nilai pahala puasa, seperti yang diungkapkan oleh Fatakhul Huda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap 1). Pandangan Imam Al-Ghazali mengenai ibadah
puasa dan 2) Untuk mengidentifikasi nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam ibadah puasa
Ramadhan menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. Melalui pendekatan
kualitatif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai
referensi, termasuk buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan. Proses ini bertujuan
untuk mengeksplorasi bagaimana puasa dapat berfungsi tidak hanya sebagai ibadah fisik tetapi
juga sebagai alat untuk peningkatan spiritual dan moral. Dengan pemahaman ini, diharapkan
dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai praktik puasa yang efektif dan meningkatkan
nilai spiritual dari ibadah puasa. Hasil penelitian ini membahas 1). Pandangan Imam Al-Ghazali
mengenai puasa sebagai ibadah yang tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga
melibatkan pengendalian jiwa dan perilaku. Menurut Al-Ghazali, puasa memiliki dua dimensi:
puasa lahiriah (menahan diri dari hal-hal fisik) dan puasa batiniah (menjaga hati dari sifat-sifat
buruk). Dan 2) Nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam ibadah puasa menurut Al-Ghazali
meliputi kesabaran, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), taqwa, serta manfaat kesehatan, yang
semuanya bertujuan untuk memperkuat hubungan manusia dengan Allah dan masyarakat.
Kata Kunci : Pandangan Imam Al-Ghazali dalam berpuasa, Nilai-Nilai Edukatif Ibadah Puasa,
Mengontrol Emosi, Hawa Nafsu dan Keinginan Duniawi.