Abstract :
PT. Kurabo Manunggal Textile adalah Perusahaan yang bergerak dibidang
produksi benang, dimana kualitas sangat penting bagi Perusahaan. Yang di teliti
dalam penelitian ini adalah departemen spinning yaitu output mesin spinning.
Proses spinning adalah hal yang sangat penting dalam produksi benang. Dimana
kekuatan pelintiran (twisting) sangat berpengaruh terhadap hasil benang. Untuk itu
penelitian ini berfokus pada output mesin spinning yaitu benang RTRTO 702340.
Tujuan penelitian ini untuk mengurangi produk reject pada benang RTRTO 702340
di PT. Kurabo Manunggal Textile dengan konsep Six Sigma DMAIC. Six sigma
adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta
kesempatan untuk setiap produk barang dan jasa. Jadi six sigma merupakan suatu
metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas yang merupakan
terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. Dengan menggunakan metode
six sigma dapat diketahui bahwa kualitas benang yang dihasilkan oleh perusahaan
kurang cukup baik yaitu 4,03 sigma dengan tingkat kerusakan 5.669 untuk sejuta
produksi (DPMO). Implementasi peningkatan kualitas six sigma pada penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa ada empat penyebab produk cacat tertinggi yaitu:
S.STR(Single Strangth), Mulur, U%(Uster), Twist. Dalam metode Six Sigma ada
siklus 5 (lima) fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yaitu
proses peningkatan terus menerus menuju sasaran six sigma.