Abstract :
Bullying verbal merupakan bentuk perundungan yang menggunakan lisan atau
ucapan dalam mengintimidasi korban. Kasus ini ditemukan di SMP Negeri 16
Tangerang Selatan, dimana bullying verbal yang terjadi seringkali dianggap
sebagai lelucon sesama peserta didik. Dikarenakan bullying verbal bertentangan
dengan nilai moralitas, oleh karena itu adanya pendidikan akhlak menjadi hal
penting dalam mengatasi kasus bullying verbal yang terjadi di SMP Negeri 16
Tangerang Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1)
Mengetahui bentuk bullying verbal yang terjadi pada siswa di SMP Negeri 16
Tangerang Selatan. (2) Mengetahui strategi pendidikan akhlak dalam mengatasi
Bullying Verbal pada siswa di SMP Negeri 16 Tangerang Selatan. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif, Teknik pengumpulan data yang
digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang
dilakukan yaitu dengan teknik triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah
dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Hasil dari
penelitian ini adalah: (1) Bentuk bullying verbal yang sering dilakukan oleh siswa
SMP Negeri 16 Tangerang Selatan adalah menyangkutpautkan nama orang tua
dalam panggilan (nyeletuk), panggilan yang aneh (julukan), mengejek atau
menghina teman yang memiliki kekurangan, dan mengumpat terhadap korban. (2)
Strategi Pendidikan Akhlak Dalam Mengatasi Bullying Verbal Pada Siswa di
SMP Negeri 16 Tangerang Selatan terbagi menjadi 4 proses tahapan yaitu melalui
keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, dan pemberian hadiah atau
ancaman.
Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Akhlak, Bullying Verbal