Abstract :
Secara umum, anak-anak sangat senang menggunakan perangkat gadget dalam
aktivitas sehari-hari, sehingga beberapa anak cenderung merasa asyik menikmati
sajian game atau media sosial dari gadget yang dimiliki dibandingkan bermain
dengan teman sebayanya di lingkungan rumah. Jika perilaku anak dalam
menggunakan gadget dibiarkan terlalu lama, maka akan terbentuk sikap sosial baru
pada anak tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,
dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang
digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
dari penelitian bahwa siswa yang sering menggunakan gadget cenderung
mengalami penurunan kemampuan berinteraksi secara langsung, dapat
menghambat keterampilan sosial seperti rasa empati, kerja sama, dan penyelesaian
konflik. Siswa menjadi jarang berinteraksi dengan orang tua dan temannya, lebih
suka menyendiri, malas beraktivitas termasuk mengikuti kegiatan di sekolah.
Penggunaan gadget juga dapat mempengaruhi tutur kata berbahasa dalam
berinteraksi sosial, seperti menggunakan bahasa yang kurang baik. Sehingga hal ini
membuat rendahnya kemampuan interaksi sosial yang dimiliki pada siswa SD.