Abstract :
Setiap proses produksi yang dikelola perusahaan dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan. Proses produksi perusahaan juga merupakan tahap dimana
input diubah menjadi output. Ketidakcapaian output akan mengakibatkan
menurunnya kepercayaaan konsumen dan brand terhadap perusahaan maka untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan harus bisa melakukan proses
produksi secara lebih efisien dan efektif lagi.VSM dapat memvisualisasikan aliran
proses manufaktur, yang menunjukkan setiap aktivitas value-added (VA) dan non?value-added (NVA) yang menambah biaya, waktu pemrosesan, dan waktu lain yang
diperlukan untuk pengiriman produk ke pelanggan. VSM digunakan untuk
menemukan masalah pada aliran produk dan informasi berdasarkan data yang
dikumpulkan melalui wawancara pekerja dan observasi. Data yang dikumpulkan
adalah proses produksi, pesanan pelanggan, kapasitas produksi, jumlah operator,
dan cycle time. Process activity mapping (PAM) digunakan untuk mengetahui
segala aktivitas - aktivitas yang berlangsung selama proses produksi kemudian
mengklasifikasi aktivitas tersebut berdasarkan jenis waste nya. Dari hasil
pengamatan yang telah dilakukan terdapat jenis waste transportation, waste
inventory, waste motion, waste overprocess. Cycle time awal (sebelum perbaikan)
adalah 4395.423 detik dan cycle time akhir (setelah perbaikan) adalah 3291.519
detik. Maka waktu siklus mengalami penurunan 1103.904 detik.