Abstract :
PT. Kurabo Manunggal Textile (PT. KUMATEX) adalah perusahaan yang bergerak
di industri textile, Pada PT Kumatex masih terdapat masalah reject gulungan
benang Cotton CD 40 pada mesin winding yang melebihi batas maksimal
perusahaan, yakni batas maksimal persentasenya 2,5%, sedangkan rata-rata reject
produk benang Cotton CD 40 pada mesin winding 2,75%. Dengan menggunakan
diagram pareto didapat jenis reject dominan produk benang Cotton CD 40 pada
mesin winding yaitu dirty dan swelled package. Lalu dianalisa menggunakan tabel
FMEA untuk mencari penyebab kegagalannya, yaitu panjang papercone tidak
sesuai standard dan penyok, cradle menurun saat proses penggulungan benang
berlangsung, kualitas raw material dari supplier kurang baik, kebocoran minyak oli
pada mesin winding. Didapat nilai prioritas RPN tertinggi pada masing masing
kegagalannya adalah cradle menurun saat proses produksi berlangsung dan kualitas
raw material dari supplier kurang baik. Setelah itu akan dibuatkan fishbone diagram
untuk mencari akar masalah penyebab faktor kegagalan tersebut. Didapat akar
masalah penyebab kegagalannya adalah kurangnya pengawasan dan perawatan
pada mesin winding dan belum adanya pemeriksaan khusus quality control pada
raw material. Setelah itu, lalu akan dibuatkan analisis 5W + 1 H dalam usulan
perbaikannya, Alternatif solusi perbaikannya adalah pembuatan jadwal produksi
dan perawatan mesin harus dioptimalkan agar berjalan secara teratur, meningkatkan
level inspeksi dalam pemeriksaan raw material dengan cara menambahkan
pemeriksaan khusus untuk raw material atau quality control pada raw material agar
terhindar dari noda bawaan pada produk yang berasal dari noda bahan baku.