Abstract :
PT. Boga Utama Plan Jatake merupakan peusahaan bergerak pada indsutri makanan yang
memproduksi snack makaroni boncabe. Untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi
persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu faktor terpenting dalam menentukan
keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja perusahaan. Selama ini perusahaan
mempunyai kinerja yang kurang baik, karena tidak terfokuskan sepenuhnya untuk mengukur
informasi nonfinansial yakni perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan
pertumbuhan. Karena informasi nonfinansial merupakan faktor kunci untuk menetapkan
strategi yang dipilih guna melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan PT. Boga Utama Plan
Jatake, yakni menentukan indikator-indikator kinerja pada ke-4 perspektif, mengukur kinerja
ke-4 perspektif dengan menggunkan metode BSC (Balanced Scorecard) dan metode
pembobotan AHP (Analytic Hierarchy Process), dan menyusun KPI (key performance
indicator) untuk masing-masing kinerja. Oleh karena itu, maka diperoleh hasil indikator?indikator dari perspektif keuangan meliputi, jumlah penjualan produk sebesar 60%, jumlah
investasi sebesar 30% dan ROI (return on investment) sebesar 10%, perspektif pelanggan
meliputi jumlah pelanggan perusahaan sebesar 52%, jumlah mitra kerja sebesar 29% dan
jumlah hubungan mitra dengan perusahaan sebesar 19%, perspektif proses bisnis internal
meliputi jumlah mesin sebesar 47%, fasilitas perusahaan sebesar 43%, dan jumlah inovasi
pada mesin sebesar 10%, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan meliputi jumlah
karyawan 49,5%, jumlah karyawan training sebesar 25%, jumlah karyawan berdasarkan
pendidikan sebesar 15,5% dan kecelakaan kerja sebesar 10%. Kemudian ini adalah hasil
pengukuran kinerja ke-4 perspektif pada perspektif keuangan yaitu 0,34%, perspektif
pelanggan 0,24%, perspektif proses bisnis internal 0,19%, dan perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan 0,20%.