Abstract :
Dalam pemeliharaan mesin tentunya seluruh komponen mempunyai fungsi yang sama
kritikal, maka dari itu seluruh tools harus dipastikan dalam kondisi prima, salah satu
kompenen tersebut adalah unloader yang berfungsi sebagai untuk mengambil ban/tire
di dalam pada saat proses cure auto. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan nilai
downtime yang diharapkan dapat meningkatkan kehandalan komponen unloader
curing tire (UCT) pada mesin curing di PT CAR. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah Failure Mode Efect and Analisys (FMEA) untuk mengetahui
potensi kegagalan dan Realibility Centered Maintenance (RCM) untuk langkah
penyelesaiannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui down time tertinggi
pada unloader curing tire (UCT) yaitu terjadi pada mesin saferun yaitu 3.661 jam
dengan downtime tertinggi pada bulan mei 2023 yaitu sebesar 992 jam perawatan.
sistem piringan unloader terdiri dari 3subsistem yaitu baut piringan, dudukan stoper
dan finger. Adapun 3 komponenkritis dengan nilai RPN (Risk Priority Number)
tertinggi pada sistem finger unloader curing tire (UCT) yaitu arm finger, baut finger
dan pen finger serta komponen yang termasuk dalam kategori kegagalan atau
kerusakan yang tersembunyi yaitu speed control, selang angin, mur stopper,
proximity, arm finger, baut finger, pen finger.